My Hope

Aku telah mencapai suatu titik di mana aku lelah mengejar kalian, kawan..
Mungkin aku tidak bisa "sama" seperti kalian..
Maka aku akan berhenti mengejarmu lagi..
Aku ingin menjalani jalanku sendiri..
Allah Maha Adil, pasti Ia telah menciptakan jalan suksesku sendiri..
Mungkin tidak hari ini, tidak di tempat ini, tapi pasti ada..
Jangan sampai doa terputus..
Jangan putus harapan..
Aku tidak menyesal, karena aku berusaha..

Failed Jobs

Hello everyone..^^
Sejak gw ikut FEM Ambassador dan Mapres FEM, gw ternyata lumayan sering ditawarin job sama BEM FEM atau HIPOTESA.. Kebanyakan gw sering diminta jadi MC atau ngisi talk show untuk sekedar  sharing pengalaman.. Tapi percaya ga? Hampir semua job itu berakhir kegagalan.. huhuhu.. Sedih banget rasanya.. Gagal gimana sih, Des?
Job pertama, gw diminta untuk membacakan nominasi pemenang di acara FEM Art Day. Ini job yang gw pikir sangat mudah, paling cuma maju ke stage 5 menit, selesai. Makanya, job itu langsung gw terima dengan hati iklas dan lapang dada. Hehe. Tapi, beberapa hari kemudian, gw di-sms sama panitia, “Kak Desi, maaf ternyata ada kesalahan, ternyata kakak tidak jadi pembaca nominasi di FEM Art Day.” Kurang lebih inti sms-nya seperti itu, alasan pembatalannya ga jelas. Gw sangat kecewa, tapi apa mau dikata. Akhirnya, gw datang ke FEM Art Day hanya sebagai penonton biasa, bukan orang yang akan ditonton. Dan ternyata, job gw diambil sama adik angkatan gw. Itu toh alasannya. Baiklah, gak papa.
Job kedua, gw diminta jadi MC di pembukaan acara H-Expo bareng sama Willy. H-Expo itu adalah acara yang diadakan BEM FEM untuk memperkenalkan seluruh organisasi yang ada di FEM. Karena ini acara pembukaan, makanya kami diminta untuk serame mungkin ngebawain acara tsb, supaya penontonnya ikut antusias. Ok, job gw pun dimulai, dengan speaker yang cempreng itu, gw dan willy menyapa semua penonton, ber-yel2 ria, pokoknya segala daya upaya dilakukan biar rame. Kami berhasil bikin mereka teriak2. Haha. TAPIIIII, baru berjalan 10 menit, tiba-tiba datanglah orang yang tidak kami kenal marah-marah. “ACARA APA INI?! SUDAH ADA IZIN BELUM?! BERISIK SEKALI!!! “. Gw kaget banget. Suasana langsung hening. Pas acara lagi rame-ramenya, ada aja gangguan. Ternyata orang itu dosen fakultas lain yang ruang kantornya memang dekat dengan lokasi acara. Acara ini sebenarnya sudah ada izin dan hanya diadakan di jam istirahat kampus (jam 12-13), supaya ga ganggu perkuliahan, tapi ternyata masih ada yang terganggu. Akhirnya, panitia memutuskan acara pembukaannya dihentikan. What a bad moment it was.
Job ketiga, gw diminta jadi MC lagi di acara Politik Ceria. Uwow, gw seneng banget dipercaya buat jadi MC di acara itu, karena acaranya lumayan besar dan mendatangkan pejabat-pejabat penting di pemerintahan, salah satunya Ketua DPR RI. Makanya, job itu langsung gw terima. TAPIIIIII (*again, agan and again) ternyata acaranya bentrok sama Monev PKM. Acara Politik Ceria itu hari Minggu, sedangkan Monev PKM itu hari Sabtu atau Minggu. Nah lo, gw bingung banget. Akhirnya gw bilang ke panitia, gw ga bisa jadi MC karena takut bentrok. Gw dan panitianya sama-sama kecewa. Mereka jadi harus nyari pengganti gw. Setelah gw ngebatalin job itu, TERNYATA (*again, again and again) jadwal Monev PKM gw hari Sabtu. Damn, coba gw ga jadi ngebatalin. T_T
Hehe, membangun karir ternyata memang ga mudah, harus jatuh bangun dulu. Kegagalan hanya keberhasilan yang tertunda. Mudah-mudahan nanti ada tawaran job yang lebih baik lagi buat gw. Amiin.. Gw ga mengharapkan fee. Dapet pengalaman, konsumsi, sama sertifikat aja udah lebih dari cukup.
Itulah kisahku, gimana kisahmu?

“MY DREAMS CAME TRUE”

Bermimpi itu gratis, mudah, dan menyenangkan. Mimpi-mimpi itu bisa muncul sekelebat dalam pikiran kita. Tanpa disadari, mimpi-mimpi yang gw harapkan terwujud, walau ga semua. Tapi bener-bener ga nyangka, ternyata gw bisa kalau gw punya kemauan. Gw pengen buat list MY DREAMS CAME TRUE” itu di sini untuk sekedar sharing. ^^

1.         Merasakan gimana rasanya kalau punya IP sempurna (4,00).
Baru aja semester 1, tapi udah dapat rezeki IP 4,00. Mungkin karena otak masih fresh kali ya, dan masih semangat 45 belajar di tempat yang baru. Tapi, memang susah mempertahankannya. Sampai sekarang, belum pernah dapat IP 4,00 lagi. Alhamdulillahnya, masih cumlaude tanpa dihiasi vitamin C. Hehe.. Kalau sekarang doa gw cuma satu, jangan sampai huruf C itu menghantui transkrip gw sampai lulus kuliah. .
2.         Jadi asisten dosen + jadi asisten dosen terbaik
Dari awal masuk kuliah, gw pengen banget jadi asisten dosen Ekonomi Umum. Kesannya keren aja. Mimpi ini baru bisa gw capai di semester 4. Syaratnya cukup banyak, harus menguasai Ekonomi Umum, Pengantar Matematika, Kalkulus I, Makroekonomi I dan Mikroekonomi I. Kemudian ada tes mengajar yang bisa gw lalui dengan lancar. Ngajar itu memang capek dan harus sabar karena karakter mahasiswa itu berbeda-beda. Gw berusaha memberi yang terbaik yang gw bisa. Dan akhirnya kelas yang gw ajar memperoleh nilai ujian tertinggi, jadi gw dapat gelar “asdos terbaik” dan diberi insentif uang tambahan. ^^ Lebih senang lagi waktu denger anak-anak bilang “diajar kak desi lebih enak, lebih ngerti”. Alhamdulillah..
3.         Masuk final di kontes FEM Ambassador 2010

Gw ga begitu cantik, ga tinggi, tapi nonton final FEM Ambassador 2009 bikin gw pengen membuktikan pada diri sendiri bahwa ga perlu cantik-cantik amat, ga perlu tinggi-tinggi amat buat bisa tampil di malam final FEM Ambassador. Dan terbukti kok, gw bisa buktiin gw bisa masuk final dan berhasil tembus ke 10 besar. Cuma 10 besar kok bangga sih? Memang, gw ga jadi juara 1 atau runner up. Tapi penentuan kejuaraan di malam final terlalu subjektif, pemilihan dilakukan berdasarkan kemampuan bahasa inggris dalam menjawab pertanyaan juri. Gw rasa FEM Ambassador bukan ajang English Contest, jadi seharusnya jawaban setiap finalislah yang harus diutamakan. Right? Dan disana gw menampilkan tarian tradisional Bajidor Kahot untuk unjuk bakat.
4.         Jadi Mahasiswa Berprestasi
Seleksi mapres dilaksanakan dari tingkat departemen, kemudian fakultas, IPB, hingga akhirnya ke tingkat nasional. Gw ga menargetkan terlalu jauh karena proses seleksi mapres itu maha berat. Kurang tidur berminggu-minggu, lupa makan, tekanan mental dari dosen, dll. karena harus membuat karya tulis yang bagus dalam waktu singkat. Karya tulis itu kemudian harus dipresentasikan dalam bahasa Inggris di depan juri. I was so nervous, bahkan sampai kalap menjawab pertanyaan juri yang unpredictable dan bersifat menjatuhkan. Tapi, perjuangan gw terasa terbayar ketika karya tulis gw dipuji, malah softcopy-nya sampai diminta. Gw meraih juara 3 tingkat fakultas karena memang tidak punya pengalaman di kancah internasional. Kalau kalian pengen jadi mapres, siapkan diri kalian sedini mungkin supaya hasilnya maksimal, jangan sampai dikejar-kejar deadline kayak gw. Hehe.
Apa gw pernah ngalamin kegagalan? Jawabannya sering. Gw pernah gagal masuk ITB dan akhirnya terdampar di IPB. Gw gagal magang karena kurang giat nyari informasi. Gw pernah gagal seleksi summer course ke USA. Dsb. It’s okay kok, yang penting kita percaya bahwa kesempatan itu akan datang lagi walaupun bentuknya berbeda. Rezeki kita ga akan tertukar sama siapapun. Makanya gw yakin suatu saat gw bisa ke luar negeri gratis, main salju, jadi orang kaya, dll. Amin…

Dance with My Father Again

Singing:

Back when I was a child, before life removed all the innocence

My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around ‘til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me
If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I’m praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don’t do it usually
But dear Lord she’s dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream

lagu ini tau pertama kali dari motivasi yang dikasih pak basith. beliau cerita, dia marahan sama ayahnya selama 2 tahun sampe ayahnya meninggal. beliau merasa sangat bersalah. tapi waktu ga bisa diputar kembali. kalo beliau lg kangen ayahnya, dia suka dengerin lagu ini..

sejak gw denger lagu itu, gw jd inget papa. jadi berkaca-kaca deh, tp malu kalo ampe nangis. huhuhu. I really miss him. gw kangen diajak jalan2 dan diskusi. kenapa ya dia cepet pergi? gw rasa gw masih membutuhkan seorang papa.

papa gw itu papa yang paling hebat. di antara saudara2nya, papa yang paling semangat buat sekolah sampai tinggi. papa kerja dari nol sampai bisa jadi manager personalia di pertamina. bahkan, hasil kerja kerasnya masih bisa gw nikmati setelah papa ga ada. papa bisa banyak olahraga: bola, tenis, bulu tangkis, renang, golf. jago bahasa inggris juga. trs suka ngasih reward kalo gw renking 1.


I want to be like you

I LOVE YOU SO MUCH PAPA MAMA






Ragunan Zoo

Have you ever visited zoo park? I have visited Safari Park Bogor when I was child. That was so fun to view a lot of animals that I've never seen before. But, if you want to go there again now, it will spend your money highly. There's another zoo park in Jakarta, and it's cheaper to visit. What zoo park is it?

Yeah.. It's RAGUNAN zoo park..



Saturday, March 13, 2010, I and Teza went from Bogor to visit Ragunan zoo park. The question is "how's to get there?". Here's the answer:
1. From Bogor station, take an economy/AC economy train and get off at Pasar Minggu station.
2. Take a metro mini bus no. 68
3. Then, you'll arrive in front of Ragunan zoo park

The ticket price was Rp 4000 plus Rp 500 for the insurance. It was so cheap, isn't it?

I thought Ragunan will be so crowded because of weekend time. But, that was not true. Maybe, Jakarta people prefer to go to Puncak and make heavy traffic jam. Huh, I hate it.

I and Teza saw many kind of animals there.. Fishes, birds, zebras, comodo dragons, bears, lions, tigers, snakes, crocodiles, monkeys, elephants, giraffes, gorillas, etc.

This is a very young orang utan. It was hanging on the tire swing. This is my favorite animal in Ragunan zoo park.













Teza and a huge elephant.















I just wanted to touch its trunk, but I couldn't reach it.















Me and teza..hehehehe.















The best moment in Ragunan for me was animal show. Ragunan has a small stage to show the audience a unique performance from several animals. It was so funny.. Do you want to watch it too? Cekidot.


That's all my journey to Ragunan zoo park.


Full Schedule on Wednesday

Jadwal gw hari Rabu, tanggal 3 Maret 2010 padat banget. Dari pagi sampai jam 12.30, gw harus kuliah Ekonomi Koperasi dan UKM terus dilanjutin sama praktikum Matematika Ekonomi. Kuliah jelas bukan kegiatan yang menyenangkan buat gw. Tapi hari ini gw semangat banget.

Tanggal 3 Maret itu ulang tahunnya Karemata, pecinta alamnya FEM IPB. Karemata bikin acara flying fox gratis, bersih danau, dan donor darah. Nah, gw ngincer banget flying foxnya. Katanya sih lintasannya di atas danau LSI. Gw ngebayangin kayaknya bakal seru. Jadi dari bulan Februari, gw udah daftar buat ikutan flying fox. Pas praktikum Matematika Ekonomi, gw udah gelisah. Pengen cepet2 flying fox.

Akhirnya, gw sampai juga di sekret Karemata. Untung Daday udah ngedaftarin ulang gw. Jd giliran gw ga terlalu lama. Dan gw dapet urutan ke 10. Dan lintasannya tu emang parah banget, dari gedung PPLH lantai 4 terus turunnya di seberang danau. Mantap banget kan.

Waktu giliran gw, gw dipasangin ini itu segala rupa buat safety nya. Setelah itu, gw disuruh jalan di atas genteng gedung PPLH. Itu tuh yang paling bikin kaki gw gemeteran, soalnya serem banget kalo ngeliat ke bawah. Untung dibimbing sih sama anak karematanya, dia yang ngasi instruksi ke gw..

Akhirnya, syuuuuut.. Ujug2 udah sampe di ujung danau. Buset, cepet banget. Tapi seru, serem, bikin pengen lagi.

Abis itu, gw sama Daday, Agung, Martin, Dewa, dan Azni naik perahu buat bersihin danau LSI. Gw sih ga minat sama bersih2nya, cuma pengen nyobain naik perahu di danau LSI. Gw duduk di tengah perahu. Cowok2nya yang ngedayung. Berhubung masih pemula, arah perahunya agak kurang terkendali. Agung sama Dewa jd suka salah ngarahin perahu. Tapi lama2 mulai terkoordinasi. Hehe.. Ngambil sampahnya sih ga seberapa, kita lebih kayak rekreasi, foto2, ngelamun, ngebayangin kalo tiap abis kuliah bisa refreshing kayak gini, terus nikmatin angin sepoi2..Asik kannn?


Setelah puas flying fox sama naik perahu, gw sama Azni langsung ke rektorat buat nanyain info beasiswa, tapi orangnya lagi ga ada. Jadi ga dapet apa2 deh.

Hari itu juga, jam 16.30,gw ada jadwal les bahasa Korea yang pertama. Deg2an. Gw masih buta huruf Korea. Tapi justru itu, gw pengen belajar. Waktu gw masuk ke kelas, ternyata udah banyak yang datang, dari anak SMP sampe kuliahan. Gurunya orang Korea asli, dari kota Seoul, namanya Kim Eun Hee. Sonsengnim semangat banget ngajarin kita bahasa Korea, sayangnya dia belum lancar bahasa Indonesia, jadi terkadang dia bingung kalau mau ngejelasin sesuatu. Anak2 yang lain banyak yang udah lancar belajar Hangul (alfabet Korea), gw jadi minder. Tapi, gw masih bisa ngikutin kok.
Terus ada yang lucu tuh, sonsengnim ngeluarin kamera digital terus bilang "Karena ini pertama bertemu, saya mau fotocopy". HOHOHOHO. Kita semua pada ketawa, dan kita ngasih tau ke sonsengnim, "bukan fotocopy sonsengnim, tapi foto aja, hehe". Muka dia berubah jadi malu2, sambil mukulin kepalanya. Reaksi orang Korea lucu ya.

Jam 19.00, ada jadwal nari Coast. Gw belajar tari Pendet, tapi ternyata susah banget. Matanya harus melotot, pantatnya harus songgeng ke arah yang benar, dll. Padahal Pendet itu baru tarian dasar orang Bali. Mudah2an bisa lancar deh, biar bisa tampil dimana-mana. Mungkin di Korea atau USA. Ahhh,,pengen banget gw ke sana.

Hari itu gw capek banget, tapi semuanya menyenangkan.. Di hari itu, harapan2 baru bermunculan, gw harus bisa bahasa korea biar bisa ke korea, gw harus bisa nari biar bisa nari di korea atau USA, gw pengen banget bisa refreshing sama temen2 atau Teza disaat gw pengen atau disaat gw jenuh sama rutinitas. Terlalu muluk, tapi bahagia banget kan kalo terwujud? I hope so...

Kemamang T-shirt

Yesterday, I had an appointment with Teza to watch Confucius at Ekalokasari Plasa.. I thought that the movie was bored, i couldn't remember Chinese names of the actors, so i tried hard to understand the movie. In the other side, the movie was quite good, because it told us that education is very important. To be win in a war, we should have detail strategy, from A to Z, while our rivals use their streght..

Because it was raining outside, I and Teza decided to go to Gramedia on third floor. I asked Teza to read Miiko comic, but he didn't like it. Then, we heard some people asking with loud speaker, "Apa kepanjangan dari UFO?". We were so excited and teza raised his hand. The MCs asked teza to get close with them. But suddenly, they asked me too. I was nervous. Then teza answered the question, "Unidentified Flying Object". Next was my turn, they asked me "Apa istilah penculikan alien". What? I just wanted to say MENEKETEHE... Huhuhu.. I was so confused, so I answered, "penculikan itu bahasa Inggrisnya kidnapping, hehehe". Nice. They said that I was good in English, but it was not the right answer. They changed the question for me, "Siapa penulis buku Kemamang?". Teza tried to tell me.. But I couldn't hear it clearly.. Then I saw the backdrop with Kemamang book picture on it. Haha, I found the answer! "Koen Setyawan". But, they asked me to choose, " Yang namanya Koen Setyawan yang mana hayo? yang pake baju merah ato item?". Huaaa.. Spontaneusly, I chose a man with red t-shirt. But I was wrong again.. Koen Setyawan was a man with black t-shirt. I was shy. I just wanted to say sorry to Mas Koen.


The important thing was I and Teza got Kemamang t-shirts for free...hehehe..